DR Juliana Waromi ( FOTO: Gamel/Cepos)

*Juliana Waromi : Tidak Benar Kantor DPRP Tutup

JAYAPURA–Penyebaran virus Covid-19 setelah pemerintah menerapkan adaptasi new normal nampaknya makin sulit dibendung. Berbagai kalangan ikut terjangkit dan tak mengenal pekerjaan. Kabar terbarunya justru datang dari kantor DPR Papua. 

Tercatat ada 17 pegawai di gedung ini dilaporkan terpapar Covid-19. Hanya dari 17 orang tersebut sebagian besar bekerja sebagai honorer dan cleaning service. Hanya 3 orang yang berstatus pegawai sedangkan untuk anggota DPR Papua sendiri hingga kini yang terkonfirmasi hanya 1 yang terpapar dan kondisinya sudah membaik. 

 “Kami sudah 4 kali melakukan swab baik pegawai maupun anggota DPRnya. Sebab kalau ada sidang artinya ada orang yang berkumpul. Saya meminta Labkesda melakukan swab dan ternyata hasilnya memang ada 17 yang statusnya orang tanpa gejala (OTG) namun ini adanya di cleaning service dan honorer sedangkan staf saya aman,” kata Sekretaris Dewan, DR Juliana Waromi melalui ponselnya, Selasa (22/9). 

Wanita yang dikenal suka membantu ini menyebut bahwa kemungkinan terpaparnya karena 17 pegawai tersebut bekerja mulai dari pagi hingga malam dan memengaruhi daya tahan tubuh. Namun ia juga membantah jika ada kabar yang menyebut bahwa kantor DPRP menutup pelayanan, sebab yang betul adalah mengurangi aktivitas.  

“Pelayanan tetap kami lakukan seperti biasa tapi saya memilah dimana kalau ada pekerjaan yang tidak terlalu penting sebaiknya tidak ke kantor tapi kalau pekerjaan itu harus dilakukan ya silahkan ke kantor,” bebernya. 

Lalu di tengah ‘serangan’ Covid-19 ini dikatakan untungnya saat ini anggota DPRP juga sedang memiliki agenda kunjungan kerja sehingga kantor lebih sering kosong. “Bukan tutup kantor, tetap beraktivitas. Misalnya keuangan tidak mungkin tutup, hanya kami batasi  aktifitasnya,” sambungnya. 

Sekretariat menurut Juliana juga melakukan pengetatan, misalnya bagian umum sementara tidak boleh terima surat dulu. Kalaupun menerima harus dipastikan semua steril baru diteruskan agar tidak menjadi media yang menyebarkan virus.   

Sekwan memberi ketegasan lebih baik membatasi diri ketimbang membuka diri namun berisiko. “Jangan niat melayani malah meninggalkan masalah jadi kita antisipasi saja. Saya tidak mau ambil resiko sehingga saya minta semua lakukan swab,” tegas Sekwan. 

Ditambahkan, 17 orang yang terpapar  ini kini ditampung di hotel Sahid Entrop. Kebijakan lain yang diambil adalah meminta anggota DPRP yang baru datang dari luar Papua untuk melakukan swab. “Toh swab untuk mengantisipasi dan swab tidak mengurangi apa – apa. Yang penting jangan bandel, jangan merasa orang Papua kuat akhirnya tidak peduli dan jadi masalah sendiri,” tutupnya.

 Sementara Wakil Ketua I DPR Papua, DR Yunus Wonda menyampaikan bahwa penyakit ini perlu benar-benar diantisipasi. “Setelah kami sidang anggota semua libur tidak ke kantor karena ada agenda lain dan kami akan kembali berkantor minggu depan, tapi jika melihat situasi seperti ini maka tentu kami harus berhati – hati juga,” imbuhnya. (ade/nat)