JAYAPURA- Sebanyak 154 pelajar jenjang SMK dinyatakan lulus administrasi Beasiswa Otsus Siswa Unggul Papua bidang vokasi 2020. Para peserta ini diminta menyiapkan diri untuk tahapan seleksi berikutnya pada 8 – 9 Oktober mendatang.

Aryoko Rumaropen

Tahapan seleksi berikutnya akan digelar di SMK Negeri 2 Kotaraja Jayapura, dengan materi melingkupi Tes Potensi Akademik, dari tes verbal dan numeric, serta tes Bahasa Inggris dasar.

“Ini merupakan program baru yang mulai digagas tahun ini. Sebelumnya Siswa Unggul Papua digabung antara pelajar SMA dan SMK. Namun, tahun ini dipisah. Program ini bertujuan untuk pengembangan SDM melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi internasional,” ungkap Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen, Senin (5/10) kemarin.

Di tengah pandemi Covid 19, maka seleksi administrasi dilakukan secara daring, bekerja sama dengan Sagu Foundation. Demikian, 154 pelajar SMK yang lulus administrasi adalah pelajar asli Papua yang merupakan perwakilan dari wilayah adat di Papua.

Para peserta ini lulus dengan memiliki berbagai kompetensi keahlian, di antaranya Manajemen Perkantoran, Analis Kesehatan, Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Bangunan, Teknologi Pesawat Udara, Pariwisata, Teknik Komputer dan Infromatika, Teknik Bangunan, Pelayaran, Usaha Perjalanan Wisata, Teknik Komputer dan Jaringan, Jasa Boga, dan Teknik Instalasi.

Tidak sampai di situ, juga termasuk bidang keahlian Tenaga Listrik, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis, Peternakan, Teknik Elektro, Multimedia, Teknik Konstruksi Dan Properti, Teknologi dan Rekayasa, Teknik Gambar, Teknik Mesin, Administrasi Perkantoran serta Teknologi Komputer dan Jaringan.

“Program vokasi bagi pelajar SMK ini bekerja sama dengan lembaga pengembangan vokasi di Australia dengan melibatkan Sagu Foundation,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Sagu Foundation Tisha Rumbewas, mengapresiasi Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal yang memberikan perhatian serius terhadap pengembangan SDM asli Papua melalui program beasiswa Otsus Papua.

Kata Rumbewas, animo pelajar OAP mengikuti seleksi beasiswa Otsus bidang vokasi sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai 600 lebih siswa SMK.

“Dari database Sagu foundation, pelajar SMK yang mendaftar cukup tinggi. Sesuai akun yang terdaftar sebanyak 678 orang. Dari jumlah itu, 154 dinyatakan lulus administrasi. Mereka akan mengikuti seleksi tahap dua,” terang  Tisha Rumbewas. (gr/ary)