Pemain Waribo FC saat berduel dengan pemain Persidey FC pada laga pembukan Kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Papua 2019 di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (21/8) kemarin.

JAYAPURA- Kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Papua 2019 kembali digelar. Sebanyak 15 klub yang ada di bawah naungan Asprov PSSI Papua ikut berkompetisi untuk merebut empat tiket ke zona nasional.

Ketua Panitia, Piter Kalakmabin mengatakan, kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Papua ini akan digulir selama sebulan. 15 tim akan dibagi dalam 2 pool, di mana masing-masing pool akan menggunakan sistem kompetisi penuh, juara pool akan melaju pada babak final.

“Mereka akan memperebutkan tiket ke babak nasional, dan untuk lapangan yang kita gunanakan, ada lapangan Lantamal X Jayapura, Tunas Muda Hamadi dan lapangan Berg En Dal Argapura, sambil melihat kondisi Stadion Mandala dan Barnabas Youe, jika memungkinan juga bisa kita gunakan,” ungkap Piter Kalakmabin kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (21/8) kemarin.

Piter Kalakmabin berharap lewat kompetisi ini lahir pemain-pemain yang bisa diorbitkan untuk persiapan cabang olaharaga Sepak Bola Papua menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 mendatang.

“Kami juga sudah ada komunikasi dengan pelatih sepak bola di PON, dan jika memang ada pemain yang memiliki potensi dalam kompetisi ini, kita akan dorong ke PON,” jelasnya.

Selain itu Piter juga menegaskan bagi tim yang belum menyelesaikan administrasi pendaftaran untuk segera menyelesaikan secepatnya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.

“Sola administrasi kita kasih waktu kepada 8 tim untuk segera menyelesaikannya. Kita masih toleransi, tapi juga harus secepatnya menyelesaikannya, jika tidak kami akan memberikan sanksi. Begitu juga jika ada tim yang membuat keributan dalam pertandingan, maka kami panitia akan tegas melakukan diskwalifikasi kepada tim tersebut,”tegasnya.

Piter juga menjelaskan, regulasi yang digunakan pada kompetisi Liga 3 Aspros PSSI Papua 2019 memperbolehkan masing-masing tim mendaftarkan 4 pemain senior.

“Bisa mendaftarkan empat pemain senior, tapi yang boleh bermain hanya ada tiga pemain saja. Sementara pemain lainnya merupakan pemain 23 tahun ke bawah,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Exco PSSI Papua, Nico Dimo yang mewakili Ketua Asprov PSSI Papua berharap, 15 tim tersebut dapat berkompetisi secara sehat.

Mantan penjaga gawang Persipura Jayapura itu itu berharap, 15 tim ini nantinya ada yang bisa mengikuti jejak Persewar Waropen yang bisa promosi ke Liga 2.

“Saya mewakili Ketua Asprov PSSI Papua tentu mengharapkan kompetisi ini bisa berjalan dengan baik, dan bisa melahirkan bibit-bibit pesepak bola yang bisa menjadi regenerasi pemain Persipura kedepannya. Dan juga semoga dari 15 tim ada yang bisa promosi ke Liga 2,” ungkap Nico Dimo usai membuka kompetisi kasta ketiga sepak bola Tanah Air itu.

Pada laga perdana, Waribo FC sukses mengalahkan Persidey dengan skor 3-2. Sekaligus menempatkan Waribo FC dipuncak klasemen pool A dengan 3 poin.

Sekadar diketahui, Pool A ditempati Waribo FC, Persidey, Nabire Putra, Persiker, Elang Brimob, Persemar, Persiyamo dan Persipani. Pool B ada Persitoli, Persidafon, Emsyk, Persemi, Persimi, Dogiyai FC, Harua Marengge. (eri/tho)