JAYAPURA – Gubernur Papua diminta melakukan klarifikasi terkait penetapan 42 nama calon 14 kursi jalur Otsus Papua yang tidak sesuai prosedur.Hal tersebut dikatakan salah satu tokoh pemuda Benyamin Gurik kepada wartawan saat jumpa pers Selasa (14/7) kemarin. 

Benyamin Gurik dam Otniel Deda dalam jumpa pers, Selasa, (14/7) kemarin. ( FOTO: Noel/Cepos)

Kata Benyamin,  pihaknya menerima informasi dari salah satu Timsel yang melakukan tahapan proses seleksi kemarin, bahwa banyak kejanggalan dalam proses tersebut. “Misalnya dari 42 nama tersebut tidak ada keterwakilan dari perempuan Papua dari 5 wilayah adat, ketika kita lihat dari 42 nama yang keluar kemarin semua laki-laki,” tuturnya.

Ia juga membeberkan kejanggalan lain diantaranya dari beberapa wilayah adat tidak ada keterwakilan, misalnya kabupaten Supiori, bahwa dari satu wilayah adat 12 nama yang keluar dan satu kabupaten saja ada 4 nama yang keluar seharusnya tiap kabupaten harusnya 1 perwakilan. 

 Ia juga mengatakan sebagai peserta seleksi 14 kursi, dia siap menerima apapun keputusan yang dibuat Timsel  tapi harus berdasarkan penilaian yang adil tanpa intervensi dari pihak manapun. Karena Timsel diberikan kewenangan hal mutlak bukan Kesbangpol atau lembaga lain di provinsi Papua yang putuskan.

 Sementara itu, salah satu pengurus DPD KNPI Kota Jayapura Otniel Deda 14 kursi jalur Otsus tersebut diputuskan oleh Timsel sepenuhnya atau apakah benar adanya intervensi.  “Bila 42 nama ini sesuai dengan hasil penilaian makalah Timsel harus membeberkan nilai yang mereka dapatkan itu berapa? Harus diumumkan dan di presentasi supaya kita terima hasil dengan ikhlas ketika melihat hasil dari proses seleksi kemarin,” tuturnya. 

“Bila betul ada kecurangan, kami minta gubernur sebagai penanggung jawab proses tahapan ini untuk segera melakukan peninjauan kembali dan buka untuk 150 nama itu umumkan nilai-nilainya agar pemerintah bisa mendapatkan orang-orang yang terbaik,” tuturnya.(oel/wen)