TIM MEDIS:  Kapolres Yahukimo, AKBP. Angling Guntoro, SIK., saat memantau langsung persiapan keberangkatan Tim Medis dari RSUD Dekai di Bandara Nop Goliat Dekai menuju Distrik Bomela, Rabu (19/6).( FOTO : Humas Polda Papua for Cepos )

JAYAPURA-Media sosial dihebohkan dengan kabar 13 orang warga Yahukimo yang tinggal di Distrik Bomela, Kabupaten Yahukimo meninggal dunia terhitung sejak akhir bulan Mei 2019 hingga saat ini. Dari kabar tersebut disebutkan, 13 warga ini diduga meninggal akibat diare dan malaria.

Menindaklanjuti informasi dari media sosial maupun informasi dari warga melalui radio SSB, Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo bekerja sama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai telah memberangkatkan tim medis beserta obat-obatan serta peralatan medis lainnya. Tim ini diterbangkan untuk mengecek kondisi warga sekaligus melakukan tindakan medis bagi warga yang sakit di daerah tersebut.

Tim medis dari RSUD Dekai yang diberangkatkan ke Distrik Bomela yakni Dr. Angga yang merupakan dokter RSUD Dekai, Efesus Mantri Puskesmas, Sem Asso Mantri Puskesmas dan Ishak Imbiri tenaga medis. Tim medis beserta kargo obat-obatan diterbangkan ke Distrik Bomela melalui Bandara Nop Goliat, Dekai, Rabu (19/6) pukul 11.55 WIT.

Tim ini diterbangkan menggunakan pesawat perintis jenis Pilatus TCA XXY milik penerbangan Yayasan Advent. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan pihaknya menerima informasi terkait kejadian di Distrik Bomela, Selasa (18/6). Saat itu juga Bupati Yahukimo kumpulkan Forkopimda setempat termasuk Kapolres Yahukimo.

“Rabu (19/6) pagi Bupati Yahukimo sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo untuk mengecak kebenaran tentang  informasi tersebut,” ucap Kamal kepada wartawan, Rabu (19/6).

Menurutnya, jika nanti informasi ini benar dan kondisi situasi kesehatan masyarakat di daerah tersebut kurang mendukung atau tidak baik. Pemda akan  mengambil langkah terbaik dengan melibatkan aparat Kepolisian dan TNI untuk membantu pemulihan kesehatan terhadap masyarakat.

“Sampai saat ini kami belum tahu perkembangannya seperti apa, sebab tidak ada jaringan di sana. Setelah tim kembali dari lokasi baru diketahui berapa jumlah orang yang meninggal dunia,” kata Kamal.

Secara terpisah, Sekretaris Komisi C Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPRD Kabupaten Yahukimo,  Esau Miram mengaku pihaknya belum  menerima informasi secara pasti terkait kejadian tersebut. Pasalnya, masih menunggu dinas terkait kembali dari lapangan guna memastikan kejadian tersebut.

“Kami mengikuti kabar ini di media sosial yang mana beritanya viral. Namun kami belum memiliki data yang konkrit. Saya minta dinas terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan kejadian ini,” ucap Esau mantan wartawan Cenderawasih Pos saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tadi malam.

Dikatakan, ketika sudah mendapatkan data yang pasti maka perlu ditindak lanjut penanganannya.  Menurutnya, kasus gizi buruk dan kasus-kasus kematian yang ada Kabupaten Yahukimo sering santer terdengar. Akan tetapi, laporan awal dari masyarakat,  disampaikan penyakitnya yang sama tapi ternyata  setelah tim terpadu dari pemerintah  turun ke lapangan ternyata kasusnya berbeda.”Kami dorong Pemerintah untuk cepat dalam menangani kasus ini,” pungkasnya. (fia/nat)