SERAHKAN BERKAS: Proses penyerahan berkas 12 jenazah dari Tim DVI POlda Papua dan Kesdam XVII/Cenderawasih kepada pihak Penerband di  RS Bhayangkara Polda Papua, Minggu (16/2). ( FOTO: Elfira/Cepos)

Hari ini dan Besok Diterbangkan ke Kampung Halaman

JAYAPURA-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua dan Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) XVII/Cenderawasih mengumumkan hasil identifikasi 12 prajurit TNI yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17 No Reg HA 5138 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang pada 28 juni 2019.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan  baik  post ataupun antemortem, dilakukan sidang  ataupun rekonsiliasi olah DVI Polda Papua dan Kesdam XVII/Cenderawasih, Sabtu (15/2) lalu dari pukul 20.30 hingga pukul 23.00 WIT. 

Ketua TIM DVI Polda Papua yang juga Kabiddokkes Kombes Pol. drg. Agustinus menyampaikan, hasilnya dapat disimpulkan bahwa 12 jenazah ini teridentifikasi berdasarkan data primer dan sekunder, satu diantaranya dari cara eksklusi.

“Dari hasil identifikasi dari 12 jenazah prajurit TNI itu, satu diantaranya menggunakan cara eksklusi,” ucap Agustinus yang didampingi Kepala Kesdam XVII/Cenderawasih Kolonel (Ckm) dr Djanuar Fitriadi, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dan Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi dalam jumpa pers di ruang Biddokes Polda Papua, Minggu (16/2).

Adapun nama-nama 12 prajurit hasil identifikasi adalah Kapten Cpn Aris Adik (30) berdasarkan data primer dan data  sekunder property pakaian dinas lengkap dengan nama.  Kapten Bambang Saputra (45) berdasarkan data primer dan  data sekunder  property dengan pakaian dinas lengkap dengan nama. Lettu Ahwar Afandi (35) berdasarkan data primer dan data  sekunder property dan pakaian dinas dengan nama lengkap serta cincin logam emas.

Serka Suriatna Wijaya Kusuma (32) berdasarkan  data primer dan data sekunder property pakaian  dinas lengkap dengan nama. Praka Dwi Purnomo (30) berdasarkan data primer. Pratu Asharul Mashudi (27) berdasarkan  dua data sekunder property pakaian dinas lengkap dengan nama dan catatan medis.

Sertu Dita Ilham (24) berdasarkan dua data sekunder yaitu property pakaian  bertulis dan catatan medis. Serda Ikrar Satya Nainggolan (26) berdasarkan  metode atau tekhnik eksklusi. 

Pratu Yanurius Loe (27) berdasarkan  data primer gigi dan data sekunder properti  pakaian dinas lengkap dengan nama. 

Pratu Risno (24) berdasarkan dua data sekunder properti pakaian dinas lengkap dnegan nama dan catatan medis. 

Prada Sujono Kaimuddin (25) berdasarkan data  primer gigi dan data sekunder berupa  property pakaian  dinas lengkap dengan nama dan Prada Tegar Hadi (25) berdaarkan data sekunder yakni property pakaian  dinas lengkap nama dan kalung besi putih serta catatan medis.

Agustinus menyampaikan, hasil identifikasi dalam bentuk berkas segera diserahkan kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kepala Kesdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Ckm. dr. Djanuar Fitriadi, Sp.B.,  mengatakan proses identifikasi ini bisa berlangsung cepat karena jauh hari sebelumnya pihak Kodam XVII/Cenderawasih telah mengumpulkan data-data 12 prajurit itu.

“Proses identifikasi ini tidak berjalan hanya Sabtu malam, melainkan sejak dari Oksibil menuju Jayapura telah dilakukan bersama-sama tim lain. Termasuk dari RSUD Jayapura, RSUD Abepura, Kesehatan TNI-AL dan TNI-AU serta pengumpulan data-data dari keluarga sejak pekan lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi menyampaikan, setelah proses identifikasi 12 jenazah dinyatakan selesai, Kodam XVII/Cenderawasih akan menyerahkan jenazah kepada keluarga dan dilanjutkan dengan memulangkan kembali  jenazah ke daerah asal sesuai dengan permintaan keluarga.

“Untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman korban direncanakan selama dua hari yakni  Senin dengan tujuan Semarang dan Surabaya sebanyak 8 jenazah. Sementara 4 jenazah lainnya dengan tujuan Ambon, Kupang dan Kendari Selasa (18/2) yang akan dilepas Panglima TNI,” pungkasnya. (fia/nat)