Kepala BPSDM Papua, Aryoko Rumaropen menyerahkan Hasil Seleksi Program Siswa Unggul Papua kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.,MH., di Kantor Gubernur Papua, Rabu (30/9) lalu. ( FOTO: BPSDM For Cepos)

JAYAPURA- Pemerintah Provinsi Papua secara resmi mengumumkan 100 pelajar Orang Asli Papua (OAP) tingkat SMA yang dinyatakan lulus seleksi Siswa Unggul Papua (SUP), sebagai penerima Beasiswa Otsus 2020.

 “Daftar nama nama yang dinyatakan lulus setelah mengikuti lulus administrasi kemudian dinyatakan lulus seleksi akhir Tes Potensi Akademik/TPA dan tes Bahasa Inggris penerimaan Siswa Unggul Papua tahun 2020,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen, Kamis (1/10) kemarin.

 Rumaropen menjelaskan, bagi peserta yang berada di kabupaten se-Papua agar menyiapkan diri untuk berada di Jayapura paling lambat 7 Oktober, untuk siap diberangkatkan ke tempat pembinaan setelah mendapat arahan dari BPSDM Provinsi Papua.

 “Peserta diwajibkan membawa seluruh berkas-berkas (fisik) yang telah dikirimkan melalui email sebelumnya kepada panitia seleksi dan konfirmasi kehadiran disampaikan melalui seleksisup2020@gmail.com. Bagi peserta yang tidak menyiapkan diri pada waktu yang ditentukan maka dianggap telah mengundurkan diri,” jelasnya.

Pelaksanaan tes program SUP digelar selama bulan September 2020 dengan melibatkan Jakarta International College (JIC) sebagai penyelenggara tes. CEO Jakarta International College, Dr. Wenny Chandra Mandagie, S.E..M.Pd., menjelaskan, penyelenggaraan seleksi Siswa Unggul Papua tahun 2020 di tengah pandemi ini dilakukan secara daring, mulai dari seleksi administrasi, tes potensi akademik hingga tes Bahasa Inggris. 

 “Proses seleksi dilakukan secara online dari daerah masing-masing. Di masa pandemi ini, seleksi online menjadi proses yang paling efektif, mengingat kondisi geografis di tanah Papua yang masih terkendala transportasi bila dilakukan secara terpusat,” ungkap Dr. Wenny Chandra Mandagie, S.E..M.Pd. 

 Dari 618 siswa di seluruh wilayah Papua yang ikut tes administrasi, tes potensi akademik dan tes Bahasa Inggris, 100 siswa dinyatakan lulus. “Dari jumlah peserta yang berhak mengikuti Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris telah dipilih sejumlah siswa untuk masuk dalam masa pembinaan, yang mereprentasikan berbagai wilayah di Provinsi Papua,” jelas Wenny.

 Dikemukakan Wenny, pelajar yang lulus bakal menjalani pembinaan Bahasa Inggris dan matrikulasi bidang Science dan Bisnis. Pelajar yang selama pembinaan mampu mencapai nilai IELTS 6 dan nilai rata-rata IPK  2.5 dalam matrikulasi, akan diberangkatkan ke luar negeri. Sedangkan siswa yang tidak dapat meraih angka tersebut, akan dimasukkan sebagai siswa unggulan dalam negeri. (gr/ary)