Tegas-Warga yang masih beraktivitas di atas pukul 14.00 WIT terpaksa diminta untuk mendorong kendaraan sampai pada titik penjagaan terakhir dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Selasa, (9/6). ( FOTO: Robert Cepos)

Saat Beraktivitas di Luar Rumah 

SENTANI-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura yang tergabung dalam kluster  pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan, sebanyak 10 persen masyarakat lokal tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah.

   “Dari data kita di lapangan selama ini, ada sekitar 10% warga lokal yang tidak pakai pada saat beraktivitas di luar rumah, “kata Alfons Awoitauw kepada wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (9/6).

Menurutnya, 10% itu data dari orang dewasa yang tidak menggunakan masker baik yang ada di jalanan maupun di kawasan tempat umum lainnya yang ada di wilayah seputar Kota Sentani. Selain itu, ada juga dari kalangan anak-anak yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah. Anak-anak yang tidak menggunakan masker ini diketahui mengikuti kegiatan orang tuanya di luar rumah.

“Setiap hari itu dari pagi sampai pukul 14.00 WIT, kami mendapati anak-anak yang tidak menggunakan masker sekitar 60 sampai 70 anak-anak,” ungkapnya.

Mengenai masalah ini, pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan selaku instansi yang bertugas menyediakan masker untuk masyarakat di Kabupaten Jayapura. Sejauh ini masker untuk ukuran orang dewasa yang disiapkan,  sementara untuk ukuran anak-anak belum pernah dibagikan.

“Saya sudah koordinasi ibu Miriam supaya bisa menyediakan masker untuk anak-anak dan mereka sudah menyanggupinya,nanti mereka akan membagikan masker itu kepada anak-anak,”pungkasnya.(roy/tho)