Warga Biak di Jayapura yang terkena dampak lockdown ketika tiba menggunakan KM Sabuk Nusantara 29, di Pelabuhan Biak, Sabtu (13/6). (FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK- Sebanyak 236 penumpang dari Jayapura menggunakan KM Sabuk Nusantara 29 tiba di Pelabuhan Biak, Sabtu (13/6). Dari jumlah sebanyak itu 173 orang adalah warga Kabupaten Biak Numfor sementara 63 lainnya adalah warga Kabupaten Supiori. Setelah tiba di dermaga Pelabuhan Biak, semua penumpang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan saturasi oksigen dengan hasil dalam batas normal.

   Selain pemeriksaan suhu tubuh, khusus untuk penumpang dengan tujuan Kabupaten Supiori dilakukan pemeriksaan rapid test (RDT) dan hasilnya 10 penumpang reaktif, termasuk salah satu Anak Buah Kapal (ABK). Sementara, untuk penumpang tujuan Kabupaten Biak Numfor sudah tidak dilakukan pemeriksaan RDT dengan alasan bahwa sudah memiliki surat rapid test dari Kota Jayapura sebagai salah satu syarat mereka (penumpang harus naik kapal). 

   Meski sudah tidak dilakukan pemeriksaan RDT di Jayapura, namun tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap melakukan tracing terhadap penumpang yang baru turun dari KM. Sabuk Nusantara (khusus untuk penumpang tujuan Biak) karena adanya sejumlah penumpang yang ditemukan reaktif pemeriksaannya. Selain itu, setiap penumpang yang telah turun juga diwajibkan melakukan  isolasi mandiri di rumahnya.

   “Jadi rapid test tidak dilakukan karena semua penumpang tujuan Biak ini sudah membawa surat sudah melakukan rapid test dan hasilnya semua negatif. Namum kami tetap akan melakukan tracing apalagi ada 10 penumpang tujuan Supiori hasilnya reaktif ketika di-rapid test, termasuk satu ABK,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin. 

    Setelah tiba di dermaga Pelabuhan Biak, 63 penumpang tujuan Supiori itu langsung diangkut dengan menggunakan Bus Supiori, lalu diantar Sorendiweri Kabupaten Supiori. “Karena ada penumpang yang ditemukan reaktif RDT, maka kapal dinyatakan tidak sehat sehingga telah dilakukan desinfeksi atau penyemprotan,” ujarnya.

  “Mengingat ada penumpang yang reaktif rapid test, maka khusus untuk penumpang tujuan Biak Numfor dalam beberapa hari ke depan akan kami lakukan rapid test ulang, meskipun rapid test di Jayapura sudah dilakukan. Langkah-langkah pencegahan sangat penting, ini untuk kebaikan penumpang dan tentunya kita semua,” lanjut Daud Duwiri.(itb/tri)