Penanaman bibit sagu di Kampung Sinegi, Distrik Animha Merauke, Kamis (13/8). ( FOTO: Humas Karantina  Pertanian Merauke for Cepos)   

MERAUKE-Program restorasi gambut yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Restorasi Gambut hingga saat ini masih terus berjalan. Program ini bertujuan untuk mengelola lahan gambut Indonesia yang belum dimanfaatkan, salah satunya Kabupaten Merauke yang memiliki lahan gambut sekitar 11.576 Ha.

   Sejak tahun 2018 hingga 2019, sudah 70 Ha lahan gambut sudah diolah menjadi lahan persawahan. Tahun ini, Merauke kembali mendapatkan program penanaman bibit sagu pada lahan gambut. Karantina Pertanian Merauke terlibat dalam penanaman sagu di Kampung Senegi, Distrik Animha, Kabupaten Merauke, Kamis (13/8). 

  Sebanyak 1.500 bibit ditanam pada lahan gambut seluas 15 Ha. Sagu sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam produk, salah satunya papeda yang menjadi makanan khas Papua.  “Sagu sudah melekat di masyakarat Papua, bisa menjadi pangan alternatif. Dan kita berharap produksinya besar agar mencapai pasar ekspor. Karantina akan membantu dengan program Gratieks-nya,” ujar Sudirman, Kepala Karantina Pertanian Merauke  dalam rilisnya diterima media   ini , Jumat  (14/8), keamrtin. (ulo/tri)